.. Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label HAROKAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HAROKAH. Tampilkan semua postingan

Kader PKS Diiimbau Bersatu Menangkan Ruhamaben Bacawalkot dari PKS di Pilwalkot 2020

Written By Admin on Minggu, 01 Maret 2020 | 05.00

Tangerang Selatan - Ketua DPD PKS Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Agus Winarjo mengimbau kepada seluruh Kader PKS agar solid dan bersatu memenangkan Ruhamaben sebagai Bakal Calon Walikota di Pilwalkota Tangerang Selatan pada September 2020 mendatang.


Hal itu disampaikan Agus di sela perhelatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PKS Kota Tangsel yang berlangsung di Kantor DPD PKS, Minggu 1 Maret 2020

“Harapan saya, pada Rakorda Bulan Maret 2020 ini, Kader PKS di kota Tangsel bersatu padu memenangkan Kader PKS sebagai Bacawalkot Tangsel, Pak Ruhamaben. Semua unsur harus bersatu, mulai dari tingkat kelurahan (DPRa), kecamatan (DPC), dan Unit Pembinaan dan Pengkaderan Anggota (UPPA). Setelah rakorda ini semua menyatu,” tegas Agus.

Oleh karena itu, Agus mengimbau kepada seluruh Kader PKS di Kota Tangsel, agar terus bergerak menyosialisasikan sosok dan profil Ruhamaben sebagai Bakal Calon Walikota Tangsel.

“Dan juga yang tak lupa untuk terus merekrut kader-kader baru. Harapannya di tahun 2020 ini, Kader PKS di kota Tangsel bertambah dari 11.000 menjadi 21.021 anggota baru. Sehingga, momen Pillwalkota ini sekaligus memperkenalkan anggota dan merekrut anggota yang baru,” jelas Agus.

Dalam kesempatan itu, Ruhamaben pun menegaskan dengan dirinya ditunjuk sebagai Bacawalkot, menunjukkan tonggak baru sejarah PKS di Kota Tangsel yang siap memunculkan kadernya sendiri.

“PKS menjadi satu-satunya partai yang memunculkan tokoh dari internalnya sendiri. Semoga ini menjadi titik tonggak sejarah baru yang belum pernah memunculkan bagi PKS yang belum pernah kadernya sendiri,” tegas Ruhamaben.

Diketahui, awalnya, DPD PKS Kota Tangsel mengajukan dua nama kadernya untuk maju sebagai Bacawalkot Kota Tangsel di perhelatan Pilkada Kota Tangsel 2020. Mereka adalah Siti Chadijah dan Ruhamaben.

Ini Dua Agenda Besar Rakorda PKS Kota Tangsel

Written By Admin on Jumat, 28 Februari 2020 | 14.34

Tangerang Selatan – Ketua DPD PKS Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Agus Winarjo menegaskan terdapat dua agenda besar dari perhelatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PKS Kota Tangsel yang akan berlangsung pada Ahad 1 Maret 2020 mendatang.


Pertama,  Rakorda ini bertujuan untuk menyusun strategi untuk meningkatkan jumlah kader PKS di Tangsel. Menurut Agus, saat ini jumlah Kader PKS Tangsel berjumlah 11.000 anggota.

“Dengan jumlah tersebut, di Pileg 2019 kemarin, alhamdulillah, PKS meraih suara sebanyak 110.000, sehingga menghantarkan 1 orang untuk kursi DPR RI, 2 orang untuk kursi di DPRD Provinsi Banten, dan 8 orang untuk kursi di DPRD  Kota Tangsel,” jelas Agus di Kantor DPD PKS Kota Tangsel, Jalan Raya Puspiptek, Setu, Kota Tangsel, Kamis (27/2).

Menurut Agus, raihan suara tersebut adalah hal yang luar biasa. “Sehingga, kami berterima kasih kepada seluruh pengurus, struktur, ketua dan pengurus DPRa, DPC, dan DPD dan Ketua Unit Pembinaan dan Pengkaderan Anggota yang sudah bekerja keras untuk memenangkan pileg kemarin,” pesan Agus.

Kedua, melalui Rakorda ini, PKS Kota Tangsel juga akan menargetkan kemenangan di Pilkada Kota Tangsel pada September 2020 nanti. Hal itu dengan cara menambah jumlah anggota dari 11.000 orang menjadi 21.021 orang sebagaimana instruksi dari DPP PKS.

“InsyaAlloh sama-sama bekerja keras lewat Training Orientasi Partai,  lewat kegiatan langsung menyapa masyarakat kita akan raih kemenangan di Pilkada Kota Tangsel 2020,” tegas Agus.

Diketahui, dalam Rakorda PKS Tangsel ini turut pula mengundang dua Kader PKS sekaligus Tokoh Masyarakat di Tangsel, yaitu Ruhamaben dan Siti Chadijah.

Adapun tokoh eksternal PKS yang juga diundang adalah Walikota Tangsel dua periode Airin Rachmi Diany, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie, Sekda Tangsel Muhammad,  dan Putri Wapres RI Siti Nur Azizah Ma’ruf.

Tak lupa dalam Rakorda PKS Tangsel juga dilangsungkan santunankepada sekitar 100 anak yatim dalam rangka berkhidmat untuk rakyat kurang mampu di wilayah tersebut.

Menumbuhkan Kemampuan Menguasai Masyarakat

Written By Admin on Senin, 02 Januari 2012 | 18.37



Taujih Ustadz Hilmi Aminuddin
(Ketua Majelis Syuro PKS)

Penguasaan masyarakat akan sangat tergantung pada tumbuhnya lima jenis kader dakwah sebagai berikut,


Pertama, al khotib al jamahiriy, tumbuhnya para khuthoba yang bersemangat, yaitu mereka yang mampu menyampaikan pesan-pesan Islam dengan jelas dan terang, penuh gairah dan dinamika. Para khotib bersemangat muda yang menyampaikan hikmah (pengetahuan) orang-orang tua yang penuh pengalaman (hikmatus syuyukh fi hamasatus syabab). Bukan semangat orang tua dengan pengetahuan pemuda yang cetek.

Para khutoba ini hendaknya mampu melakukan tahridh (pengerahan massa) dan menumbuhkan tahmis (semangat) berdasarkan iman dan pengetahuan bukan emosi dan kebencian.

Kedua, al faqih asy sya’biy, orang-orang faqih di tengah masyarakat, yaitu para ulama yang takut pada Allah dan hidup di tengah-tengah masyarakat, memberikan bimbingan dan fatwa-fatwa yang lurus dan benar tentang masalah yang dihadapi masyarakat. Menjadi pendidik dan tempat bertanya yang tidak menimbulkan keraguan dan perpecahan. Selalu menghidupkan toleransi antar mazhab (fiqh) yang menjadi titik temu yang mempersatukan ummat. Dari itu ia senantiasa dicintai, didukung dan dibela oleh masyarakatnya. Khotib jamahiriy menjadi pendorong masyarakat ke jalan Alloh sedang faqih sya’biy membimbing masyarakat dalam jalan Alloh. Dia bukan faqih jetset yang memberi fatwa berdasarkan order, tetapi benar-benar menyuarakan pimpinan Allah dan RasulNya.

Ketiga, al-Amal atau at ta’awuni al khoiriy, aktifitas kejama’ahan sosial. Tujuan utama dari aktifitas ini adalah memfungsikan masjid-masjid sesuai dengan bimbingan Rasululloh. Untuk itu harus dibuat kerjasama sosial dengan berbagai lapisan masyarakat untuk mendekatkan ummat pada masjid. Sasaran program ini adalah ta’zizud da’iyah, memperkuat para da’i sebagai pelopor di berbagai bidang. Para da’i kita hendaknya disokong sepenuhnya agar mampu menyantuni massa umat sehingga ia memiliki gengsi dan prestise yang tinggi yang membuat umat ikut pada arahannya. Biasanya masyarakat kita sangat patuh bila dakwah dimulai dengan santunan yang memperhatikan kebutuhan mereka.

Keempat, masyru’ al iqtishodis sya’biy, menumbuhkan ekonomi masyarakat kecil. Harakah dakwah harus turut meningkatkan taraf ekonomi umat Islam yang pada umumnya masih sangat lemah. Usaha-usaha ekonomi hendaknya usaha yang ringan, mudah dijangkau dan memasyarakat. Berbagai klub, perhimpunan atau organisasi ekonomi kecil perlu ditumbuhkan dan dibimbing oleh para da’i yang sekaligus menjadi pembimbing rohani mereka. Sasaran program ini adalah agar masyarakat pendukung da’wah dapat iktifa’ dzati (berdikari) di satu sisi dan di sisi lain bisa mengendalikan laju ekonomi secara keseluruhan.

Kelima, al i’lam as sya’biy, penerangan yang memasyarakat. Potensi i’lam hendaknya tumbuh dari orang-orang yang memahami aqidah, fikrah dan manhaj serta mundhobith (disiplin) kebijaksanaan jama’ah, agar pembentukan ro’yul ‘aam (opini umum) sesuai dengan rancangan da’wah. Sebab bidang ini merupakan titik rawan amni suatu gerakan da’wah. Pers yang ditumbuhkan dari dalam adalah pers yang murah dan mudah dibaca oleh masyarakat. Bukan penampilan elite yang membuat umat enggan membacanya atau menyedot potensi harakah dalam mengerjakannya. Yang penting bukan nama besar tetapi kemampuan menyebar dan meluas dengan cepat dalam berbagai bentuknya yang ringan; buletin, brosur, maklumat, majalah, koran dan aneka bentuk lainnya yang murah dan terjangkau, menyebar dari berbagai sumber dan dikerjakan cukup oleh setiap rumah tangga.

Selain itu perlu juga menyokong pers umat Islam yang telah ada agar memiliki ruh dan fikroh Islami. Para pakar jama’ah dakwah hendaknya menyumbangkan tulisan-tulisan bermutu pada pers yang dimiliki umat Islam. Bila perlu kita mampu menumbuhkan pers kaum muslimin menjadi pers harakah. Yaitu pers yang dikendalikan oleh personil harakah kita.

Dalam i’lam sya’bi perlu pula dimunculkan pendidikan Islam melalui radio-radio, televisi dan sebagainya. Tentu melalui thoriqoh yang mungkin bisa ditempuh dengan tidak meninggalkan unsur-unsur syar’i dalam penyajiannya. [ ]

*)http://al-intima.com/taujih-ust-hilmi-aminuddin/menumbuhkan-kemampuan-menguasai-masyarakat



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Ketika Badai Menghantam Perahu Kami

Written By Admin on Jumat, 24 Juni 2011 | 00.14


Oleh Abdullah Haidir, Lc
...
Berlayar mengarungi samudera, jangan berharap kau kan tiba di pulau tujuan tanpa cobaan mendera. Sebelum layar dibentangkan, inilah yang harus terpatri dalam diri menjadi kesadaran. Bahwa berbagai keindahan dari sebuah pelayaran panjang dan kenikmatan di pulau tujuan, berbanding lurus dengan besarnya tantangan yang menghadang. Tak kan pernah kau dapatkan indahnya pemandangan angkasa menjulang di tengah samudera luas membentang, selagi kau masih takut menembus hempasan gelombang. Ini bukan sekedar resiko perjalanan, tapi tlah menjadi aksioma tak terbantahkan.

Di sini, di perahu ini, kita sedang merangkai keutuhan dan persaudaraan, kesetiaan dan keteguhan, apapun posisi dan kedudukan. Karena kita telah memiliki tujuan, harapan dan mimpi yang sama ingin diwujudkan. Namun, kita tidak pernah menafikan adanya kesalahan, kelalaian dan kekhilafan, bahkan juga kejenuhan, kekecewaan, kemarahan, hingga silang sengketa yang tak terhindarkan. Itu wajar belaka, karena memang tidak satu pun di antara kita yang mengaku tiada cela tiada dosa. Namun kesamaan tujuan, mimpi dan khayalan, kan segera menyatukan, meluruskan langkah ke depan, menghapus resah dan kemarahan, berganti semangat yang terbarukan. Karenanya, kita sambut gembira setiap arahan, nasehat dan pesan-pesan yang dapat menguatkan serta menyatukan, sekeras apapun. Tapi, fitnah yang memecah barisan, tuduhan yang memojokkan, umpatan dan celaan yang menjatuhkan, serta aib yang dibeberkan, apalagi tindakan melobangi perahu agar kandas atau tenggelam, tidak pernah dapat kami terima, baik secara logika apalagi perasaan. Bagaimanapun, kami bukan batu yang diam diketuk palu.

Di sini, di perahu ini, kita sedang menjadikan badai dan gelombang sebagai ujian kejujuran, sarana muhasabah untuk memperteguh perjuangan, juga sarana belajar menjaga komitmen atas kesepakatan yang tlah dinyatakan. Karenanya, alih-alih badai ini menceraiberaikan atau meluluhlantakkan, justeru dia menjadi moment paling tepat untuk semakin rekat, melupakan kesalahpahaman yang sempat menimbulkan sekat. Mereka di kejauhan, boleh jadi bersorak sorai kegirangan ketika kita terombang ambing di tengah gelombang, berharap satu persatu dari kita tenggelam menjemput ajal menjelang. Tapi tahukah mereka? Justeru saat ini kami rasakan kehangatan tangan saudara kami yang erat saling berpegangan, justeru saat ini kami rasakan kekhusyuan doa-doa untuk keselamatan dan persatuan, justeru saat ini kami semakin yakin bahwa seleksi kejujuran memang harus lewat ujian, justeru saat ini kami jadi dapat membedakan mana nasehat dan mana dendam kesumat, mana masukan bermanfaat dan mana makar jahat, mana senyum tulus persaudaraan dan mana senyum sinis permusuhan.

Di sini, di perahu ini, justeru di tengah badai gelombang, kita jadi semakin mengerti pentingnya nakhoda yang memimpin dan mengendalikan, juga semakin menyadari pentingnya syura untuk mengambil keputusan, lalu pentingnya belajar menerima keputusan setelah disyurakan. Adanya kepemimpinan dan syura memang memberatkan, karena proses jadi panjang, langkah-langkah jadi terhalang aturan, keinginan sering tertunda menunggu keputusan. Tapi ini tidak dapat kita hindari, karena kita tidak berlayar sendiri, bergerak sendiri, mengambil keputusan sendiri dan menanggung resiko sendiri. Justeru karena kita berlayar bersama, maka kepemimpinan dan syura mutlak harus ada. Kepemimpinan memang bukan nabi yang maksum dan mendapatkan legalitas wahyu dalam setiap kebijakan, kesalahanpun bukan sebuah kemustahilan meski tidak kita anggap kebenaran. Tapi kepemimpinan yang dibangun oleh syura, telah memenuhi syarat untuk disikapi penuh penghormatan dan ketaatan, sepanjang tidak ada ajakan kemaksiatan. Sebagian orang boleh jadi mengatakan ini sikap taklid buta, kita katakan, 'Inilah komitmen kita!' Sebagian lagi katanya merasa kasihan dengan anak buah yang tidak mengerti banyak persoalan dan hanya ikut ketentuan, kita katakan, 'Kasihanilah dirimu yang sering menghasut tanpa perasaan!'

Di sini, di perahu ini, ketika badai menghantam dari kiri dan kanan, depan dan belakang, teringat perkataan para shahabat dalam sebuah peperangan, tatkala musuh dari luar datang menyerang dan orang dekat menelikung dari belakang,

'Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya' (QS. Al-Ahzab: 22)

Ibnu Katsir menjelaskan, "Maksudnya, inilah janji Allah dan Rasul-Nya berupa ujian dan cobaan, pertanda kian dekatnya kemenangan."

Riyadh, Rabiul Tsani 1432 H.


*Abdullah Haidir, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) DPW PKS Arab Saudi
 
Copyright © 2015. PKS Kota Tangerang Selatan
Proudly powered by HUMAS_PKS_TANGSEL